10 Fakta Dermal Fillers

49f110234197ddbb742f325829855450

Treatment non-surgical Botox merupakan pilihan untuk anti-aging treatment, namun selain Botox, Dermal Filler pun menjadi pilihan untuk mengembalikan penampilan yang tampak lebih muda.

Injeksi Filler bekerja untuk mengembalikan volume yang hilang karena tingkat kolagen di bawah kulit akan berkurang seiring berjalannya waktu. Filler juga dapat digunakan bersama dengan Treatment Botox untuk efektivitas yang lebih baik.

Jika kamu tertarik untuk menggunakan Filler, tidak ada salahnya untuk mengetahui fakta Filler berikut:

1. Injeksi Dermal Filler Telah Dilakukan Selama Lebih Dari 100 Tahun.

Filler diciptakan pada akhir 1800-an oleh dokter bedah asal Austria, Robert Gersuny, yang bereksperimen dengan minyak mineral (vaseline) dan parafin sebagai Filler untuk memperbaiki kerusakan wajah. Praktek ini cukup populer sampai pertengahan tahun 1920-an, namun masa Filler berakhir karena ada kasus komplikasi parah yang dialami oleh gadis asal Duchess of Malborough, Gladys Deacon. Dijelaskan bahwa dulu dia merupakan wanita paling cantik, namun setelah menerima suntikan dari lilin parafin panas ke dalam hidung, wajah cantiknya kini berubah dan rusak.

2. Filler Merupakan Non-Surgical Cosmetic Procedure Terpopuler ke-2 Pada Tahun 2015.

Penggunaan Filler meningkat 6% pada tahun 2015 sebanyak 2.440.724 prosedur yang dilakukan di Amerika Serikat. Hyaluronic acid merupakan pilihan injeksi Filler tebaik, digunakan untuk 2.148.326 prosedur dari semua injeksi.

3. Bahan Filler Alami.

Collagen dan Hyaluronic acid merupakan dua jenis Dermal Filler alami yang banyak digunakan saat ini. Hyaluronic acid merupakan zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan telah disetujui sebagai Dermal Filler oleh FDA pada tahun 2003. Collagen Filler yang disetujui FDA pada tahun 1981, bisa berasal dari sapi atau manusia. Filler alami lainnya yaitu menggunakan lemak dari dalam tubuh yang dilakukan melalui bedah plastik dan nantinya akan dimasukan kembali ke area yang ingin diperbaiki dengan metode injeksi.

4. Bahan Filler Sintesis

Beberapa merek Dermal Filler menambahkan bahan non-organik seperti polimetil-metakrilat (PMMA), silikon cair, atau kalsium hydroxylapatite untuk injeksi hyaluronic. Bahan-bahan sintetis tidak bisa dipecah dan diserap oleh tubuh, yang memproduksi Filler berbahan sintesis yaitu seperti Sculptra dan Radiesse semi-permanen.

5. Efek Filler Sementara

Tidak ada aturan untuk menentukan berapa lama Filler akan bertahan. Hal ini tergantung pada jenis Filler yang digunakan. Kecuali Filler semi permanen, tubuh biasanya akan menyerap kembali Filler dalam waktu tiga bulan, dan efek dapat berlangsung beberapa tahun. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa menggabungkan perawatan dengan Botox dapat meningkatkan ketahanan Filler Hyaluronic Acid.

6. Filler Dapat Dilakukan Pengulangan

Untuk memperkirakan berapa banyak Filler yang dibutuhkan untuk meremajakan kulit wajah yaitu 1x injeksi per kelipatan 10 tahun. Jadi misalkan kamu berusia 30 tahun, mungkin diperlukan 3x injeksi.

7. Filler Tidak Hanya Untuk Peremajaan Kulit

Filler pada umumnya digunakan di wajah untuk mengembalikan volume dan meminimalisir tampilan kerutan dan lipatan, tetapi selain itu Filler juga digunakan di area lain untuk meremajakan tubuh, misalnya, Radiesse telah disetujui FDA untuk implantasi subdermal ke tangan untuk menghaluskan keriput dan menyamarkan pembuluh vena menonjol serta dapat meningkatkan kontur wajah yang kurang seperti meningkatkan hidung, dagu dan bibir.

8. Pengguna Filler Pria Semakin Meningkat.

Tidak hanya wanita yang menggunakan Filler, Pria pun menggunakannya dan meningkat sebanyak 6% pada tahun 2015. Namun jenis Filler yang digunakan pria berbeda dari biasanya, mereka sering menggunakan Filler Radiesse atau Sculptra.

9. Filler merangsang pertumbuhan kolagen.

Berkurangnya produksi kolagen mungkin tidak dapat dihentikan karena merupakan bagian dari penuaan. Namun Filler dapat membantu untuk memperlambatnya. Beberapa dermal filler dapat merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen di area yang diperlakukan.

10. Resiko efek samping kecil, namun komplikasi bisa menjadi masalah serius.

Efek samping sangat jarang terjadi, namun dapat menjadi serius jika terjadi komplikasi setelah beberapa bulan atau tahun setelah injeksi. Komplikasi lain yang jarang terjadi yaitu filler yang tidak sengaja disuntikan ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan efek samping serius seperti gangguan penglihatan, kebutaan, stroke atau kerusakan kulit (nekrosis).

 

So ladies, itulah beberapa fakta mengenai Dermal Filler. Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Filler sebaiknya konsultasi langsung dengan Dokter ahli. Be Smart Be BeautyJ

Dapatkan kesempatan Booking RAFA FILLER di Bulan Februari dengan harga HEMAT Rp. 3,299jt + O2 Mask Booster! Selain itu dapatkan juga RAFA LOVE GIFT untuk setiap transaksi tertentu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s