9 TANDA SAATNYA MENDETOKSIFIKASI HIDUP

time-to-detox-clock-1140x760

Detoksifikasi hidup diperlukan karena diakibatkan langsung dari terlalu banyak kerja, memiliki jadwal yang sangat padat dan gaya hidup super sibuk hingga kita sendiri kewalahan. Kita memiliki waktu yang sedikit saat memiliki banyak tanggung jawab.

Materi dan kebutuhan juga memiliki efek “racun” bagi kehidupan. Hal ini dibenarkan karena umumnya “membeli” dapat memberi lebih banyak kebahagian. Perubahan dalam industri, bisnis dan keuangan secara sistematis mengubah cara hidup kita. Saat ini kita lebih mengakuisisi banyak barang, memiliki banyak hutang dan bekerja lebih lama dari pada orang-orang di kehidupan terdahulu.

Kita telah berada di jaman “standar hidup yang lebih tinggi” dengan mengorbankan kualitas hidup yang sederhana. Dr. Stuart Vyse, seorang penulis Going Broke: Why Americans Cant Hold On To Their Money mengatakan: ” Kebanyakan orang mungkin lebih banyak memiliki benda fisik dan harta saat ini dari pada memiliki generasi yang berharga, namun banyak dari mereka yang tidak bahagia.”

Ya memang benar, konsumerisme sedang memimpin dalam kehidupan sehingga menjadi perilaku yang beracun. Namun hal ini bukanlah satu-satunya penyebab. Berikut merupakan 9 tanda lain bahwa sudah waktunya mendetoksifikasi hidup :

1. BANYAKNYA ORANG NEGATIF DALAM KEHIDUPAN

Datangnya orang-orang negatif memiliki efek pengeringan pada jiwa. Mereka merupakan individu yang selalu menghakimi, kritikal dan bahkan kasar. Tidak peduli pada situasi apapun, orang ini memiliki sesuatu yang negatif untuk dikatakan.

Jika orang negatif menularkan sisi racunnya pada kamu, hal ini merupakan waktunya untuk memperbaiki situasi. Pahamilah hal ini “Bukanlah tanggung jawabmu untuk menanggung beban dari orang negatif ini. Kamu memiliki hak untuk hidup, hidup bahagia positif tanpa pengaruh negatif dari orang lain.”

Jangan bicara dengan mereka, melihat Facebook mereka, berkomunikasi seperti mengirim pesan dan email, jangan melakukan apapun dengan mereka. Hal ini memang sulit tapi akan lebih sulit jika kamu sudah terpengaruh dengan kepribadian mereka.

2. MENGHABISKAN TERLALU BANYAK

Apakah kamu tahu pengeluaran yang kamu habiskan setiap bulannya? Ada beberapa cara seperti spreadsheet gratis yang tersedia secara online atau menggunakan catatan kecil pada kertas. Tanda kamu memiliki pengeluaran terlalu banyak yaitu penggunaan kartu kredit berlebihan.

Bagaimana cara mengetahuinnya? Yaitu dengan membandingkan saldo dengan kredit yg tersedia. Apakah lebih dari setengahnya? Jika iya dan kamu tidak memiliki rencana untuk melunasinya, maka hal ini membuktikan bahwa kamu terlalu banyak menghabiskan/boros.

Janganlah memiliki pengeluaran yang lebih dari pendapatanmu.

3. MENGABAIKAN TUBUH

Hal ini sering terjadi saat mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang tidak sehat, meminum alkohol atau jarang berolahraga.

Berikut merupakan tanda lain bahwa kamu mengabaikan tubuh:

  • Kesulitan tidur saat malam dan bangun ketika pagi
  • Mengalami berbagai macam masalah pada kulit
  • Selalu sakit 1 sampai 2 kali dalam sebulan
  • Kesulitan berkonsentrasi saat bekerja
  • Tubuh sering terasa pegal, kaku, atau sakit.

Lalu apa solusinya? Pola makan yang sehat, berolahraga seminggu 3x dan tidur dengan cukup minimal 7 jam saat malam.

5. Selalu terhubung 24/7

Beberapa orang percaya bahwa ketergantungan yang berlebihan pada teknologi dapat menjadi “racun”. Coba pikirkan, berapa banyak orang di jalan yang menggunakan ponsel, anak kecil yang menggunakan tablet atau ponsel di meja makan atau seseorang yang mengabaikan kamu karena sedang membalas pesan di ponsel mereka?

Teknologi tentunya memiliki perannya sendiri. Kemajuan teknologi juga telah menghasilkan kemajuan  di dunia medis, pendidikan, penemuan ilmiah dan lainnya. Tapi teknologi juga memiliki dampak negatif pada hubungan nyata satu sama lain. Keluarga menjadi tidak harmonis karena orang tua selalu membawa pula pekerjaan mereka, anak-anak atau remaja lebih sering membuka halaman sosial media dari pada buku mereka. Tidak akan ada kehadiran pikiran yang nyata dengan menggunakan teknologi secara berlebihan.

Berhati-hatilah dengan bagaimana dan kapan kamu menggunakan teknologi.

6. TIDAK MEMILIKI WAKTU SENDIRI

Perkumpulan atau klub menjadi tempat untuk bersosialisasi baik di lingkungan dalam atau luar tempat kerja. Orang yang memiliki waktu untuk sendiri atau “me time” biasanya dianggap sebagai orang penyendiri atau egois. Memang benar bahwa hidup perlu bersosialisasi namun waktu untuk sendiri juga merupakan suatu kebutuhan.

Berikut merupakan alasan mengapa memiliki waktu sendiri menjadi penting:

  • Memungkinkan otak untuk berisitirahat.
  • Menenangkan emosi.
  • Mencegah kelelahan.
  • Meremajakan tubuh.
  • Memberikan waktu untuk kontemplasi dan refleksi.

 

Cobalah untuk memiliki waktu sendiri minimal 15 menit setiap harinya.

7. MULTITASKING  SECARA TERUS MENERUS

Kehidupan kebanyakan orang saat ini sangat sibuk, oleh karena itu memiliki waktu luang menjadi sebuah hal berharga. Banyak orang yang melakukan pekerjaan “multitasking” pada satu waktu sehingga mendapat tambahan waktu untuk melakukan hal lain.

Dunia  bisnis memiliki gagasan bahwa multitasking sangatlah mungkin. Namun jika pimpinan perusahaan melihat teori dibalik multitasking, mereka akan menganggap multitasking hanya sebuah mitos. Hal ini karena :

– Otak secara fisik tidak mampu melakukan lebih dari dua hal sekaligus

Multitasking lebih lambat dan kurang efisien.

Multitasking membuat lebih stres dan kurang produktif.

Single tasking membuat kita lebih berkonsentrasi pada satu tugas di satu waktu dan mencegah gangguan seperti stress.

8. MENGABAIKAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

Kebutuhan religius atau spiritual merupakan sesuatu yang tidak seharusnya diabaikan. Bermeditasi, membaca kitab suci, berdoa, menghadiri tempat ibadah, menikmati keindahan alam atau sesuatu yang lain, melakukan hal-hal yang mengangkat semangat penting untuk keseimbangan dan kesejahteraan.

Cobalah untuk mengambil waktu 20-30 menit sehari untuk melakukan kegiatan bagi spiritual. Jika tetap tidak bisa, cobalah 10-15 untuk bermeditasi, membaca kitab suci atau merenung sebelum tidur.

9. BENCI BEKERJA

Bagi kebanyakan orang, bekerja merupakan suatu keharusan hal ini dikarenakan untuk menyambung hidup. Kita menghabiskan waktu produktif minimal 8 jam untuk bekerja. Mencari dan menemukan pekerjaan yang sesuai dan layak menjadi suatu keberuntungan yang kebanyakan dari kita tidak memilikinya.

Jika pekerjaanmu mempengaruhi hingga ke titik yang mempersulit hal lain di luar waktu kerja, seperti tidak bisa tidur, bertengkar dengan pasangan, mengabaikan perkembangan anak, stress dan sering marah, sebaiknya pertimbangkan perubahaan dalam pekerjaan, seperti mengubah pola kerja atau ruang kerja, cobalah menemukan sesuatu hal yang akan membuat waktu di tempat kerja menjadi lebih nyaman.

 

So, setelah mengetahui tanda-tanda di atas cobalah renungkan selama 10 menit apakah kamu mengalami salah satu atau bahkan semua dari tanda berikut. Jika iya, jangan menunda waktu untuk mendetokfikasi hidupmu.

Life is about choice 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s