Cara Untuk Berhenti Menggaruk Kulit Yang Teriritasi

Beauty girl with perfect skin scratching her neck

Ketika merasa kulit gatal tentunya kita dengan reflek menggaruknya namun tindakan seperti itu seharusnya tidak dilakukan karena bisa memperburuk kondisi kulit yang gatal, iritasi dan infeksi kulit. Selain itu menggaruk dapat meninggalkan bekas luka. Nah untuk mencegah kulit iritasi atau infeksi apalagi meninggalkan bekas luka, berikut merupakan cara untuk mengatasi kulit gatal dan menahan untuk tidak menggaruk area yang gatal.

Mengetahui Penyebabnya

Sebelum mengatasi masalahnya , sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebabnya :

1. Mengatasi Kulit Kering

Kulit kering biasa terjadi saat musim dingin. Oleh karena itu selalu gunakan moisturizer setiap 2x sehari, terutama setelah mandi.

Sebaiknya mandi tidak telalu lama atau menggunakan air hangat untuk mencegah kulit menjadi lebih kering.

2. Alergi
  • Sabun dan bahan kimia rumah tangga, jenis kain tertentu dan kosmetik bisa menjadi sumber reaksi alergi yang menyebabkan kulit gatal. Untuk mengetahui penyebab alerginya, cobalah untuk mengubah atau menghilangkan penyebabnya satu per satu.
  • Alergi di lingkungan sekitar seperti rumput dan serbuk sari, tanaman serta bulu hewan peliharaan dapat menyebabkan iritasi kulit. Untuk alergi ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
  • Alergi makanan juga dapat menjadi penyebab gangguan pada kulit. Jika memiliki alergi terhadap makanan, buat rincian menu makanan yang kamu telah konsumsi sebelumnya, setelah itu konsultasikanlah dengan dokter.
3. Melihat kondisi kulit

Dermatitis, eksim, psoriasis, kudis, kutu, dan cacar adalah kondisi kulit umum yang mengakibatkan rasa gatal.

  • Kudis biasanya muncul pada anak-anak dan sering diabaikan sebagai diagnosis. Kudis pun sering disebut juga tungau gatal, kudis parasit di bawah kulit dan gigitannya meniru reaksi alergi.
  • Sebaiknya konsultasikan dengan dokter, karena dokter tau cara mengatasi secara tepat untuk masalah kulit yang mengakibatkan rasa gatal.
4. Gangguan sistem dalam maupun saraf menyebabkan rasa gatal.

Penyakit yang dapat mengakibatkan rasa gatal seperti anemia, celiac (alergi protein gluten), gangguan tiroid, diabetes, herpes zoster, kanker atau penyakit ginjal dan hati. Gatal karena penyakit dari dalam biasanya dapat mempengaruhi keseluruhan tubuh.

5. Obat-obatan.

Rasa gatal bisa terjadi karena efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. Konsultasikanlah dengan dokter atau apoteker jika khawatir dengan efek samping obat yang sedang dikonsumsi.

Obat yang bisa menyebabkan rasa gatal yaitu antibiotik, antijamur, dan narkotika.

6. Kehamilan

Jika sedang hamil, biasanya akan merasakan rasa gatal di bagian perut, payudara, lengan dan paha. Karena kulit sedang menyiapkan tempat untuk janin yang terus tumbuh di dalam.

7. Konsultasi dengan dokter.

Pastikan rutin berkonsultasi dengan dokter terutama jika gatal yang dialami sudah lebih dari 2 minggu yang tidak bisa diatasi hanya dengan perawatan di rumah dan mengubah pola hidup.

  • Segera temui dokter ketika mengalami penurunan berat badan yang drastis, pembengkaan, demam dan lainnya.
  • Konsultasikan pada dokter jika mengalami gatal vulva. Infeksi ragi dan psoriasis vulva serta eksim perlu diatasi dengan perawatan medis yang tepat.

Perawatan Alami

1. Gunakan Tanah Liat.

Bentonit tanah liat atau yang biasa disebut “shampoo clay“, telah terbukti efektif dalam mengobati eksim dan ruam akibat popok dan terdapat di banyak apotek.

Caranya: Aduk tanah liat dengan sedikit air dan selai kacang lalu aplikasikan pada kulit yang gatal. Biarkan hingga kering dan bersihkan dengan cara di kelupas. Cara ini dapat menangani iritasi kulit yang bisa mengakibatkan gatal.

2. Gunakan air hangat kukut dengan oatmeal

Oatmeal mengandung komponen yang dapat mengatasi inflamasi dan iritasi. Kebanyakan apotek menjual oatmeal untuk dicampurkan dengan air mandi. Atau gunakan cara lain dengan menambahkan sedikit air ke dalam secangkir oatmeal mentah, biarkan selama beberapa menit. Setelah itu aplikasikan campuran tersebut ke area kulit yang teriritasi.

3. Gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat/ bahan katun.

Baju yang longgar dapat mencegah kulit dari iritasi akibat gesekan kulit dan baju. Katun merupakan bahan yang paling bersahabat dan dingin untuk digunakan karena tidak mengakibatkan kulit teriritasi .

4. Menggunakan sabun hypoallergenic

Hypoallergenic artinya yaitu bahan yang bebas dari bahan kimia seperti pewangi atau pewarna yang dapat mengiritasi kulit.

5. Hindari detergent dengan wangi yang menyengat.

Sebaiknya bilas pakaian sebanyak 2x karena deterjen yang memiliki wangi menyengat mengandung bahan kimia yang dapat memperburuk kulit iritasi.

6. Lidah Buaya

Potong lidah buaya, ambil gelnya saja lalu gosokan pada area kulit yang gatal. Jika menggunakan tangan, pastikan kebersihannya terlebih dahulu.

7. Menghilangkan stress dan rasa cemas.

Stres meningkatkan produksi kortisol dalam aliran darah sehingga membuat kulit sangat waspada terhadap infeksi dan menyebabkan respon inflamasi.

Ada banyak cara untuk mengatur stress dan rasa cemas seperti melakukan hobi, olahraga dan lainnya.

Perawatan Medis

1. Menggunakan obat yang telah diresepkan.

Jika penyebab kulit gatal adalah alergi, mungkin dokter akan meresepkan obat antihistamin atau pil alergi. Jika karena suatu penyakit (contoh: ginjal), dokter biasanya akan meresepkan obat yang berbeda.

Kemungkinan akan diresepkan krim kortikosteroid topikal untuk diaplikasikan langsung ke area yang bermasalah. Jika rasa gatal tidak mengurang bisa jadi akan diresepkan steroid oral atau obat oral lainnya.

2. Coba phototherapy.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan sesi pencahayaan sinar ultraviolet, dimana panjang gelombang tertentu dapat mengontrol rasa gatal.

Phototherapy merupakan penanganan rasa gatal karena penyakit hari seperti sirosis.

3. Gunakan krim non-resep.

Krim hidrokortison 1%  banyak tersedia di apotek, krim ini dapat membantu dalam jangka pendek selama penyebab yang mendasari sedang diobati.

Jangan menggunakan anestesi topikal seperti benzocaine tanpa konsultasi dengan dokter, karena dapat terjadi efek samping. Jangan gunakan anestesi topikal pada anak-anak. Calamine lotion umumnya digunakan untuk meringankan gatal dari alergi tanaman dan cacar air.

Cara mencegah menggaruk kulit yang gatal.

1. Hindari memelihara kuku panjang.

Kuku yang pendek membuat sulit untuk menggaruk. Jika tetap ingin memelihara kuku panjang sebaiknya gunakan sarung tangan untuk menghindari menggaruk terutama saat malam.

2. Menggunakan es batu atau kompresan dingin.
  • Es yang mencair di area kulit yang gatal dapat meringankan rasa gatal dan juga menyejukan kulit.
  • Ambil handuk kecil bersih dan celupkan di air dingin. Mengaplikasikannya dapat menenangkan kulit.
  • Menerapkan potongan mentimun atau mencelupkan kapas ke dalam cuka apel memberikan manfaat yang sama.

Nah ladies, ternyata menggaruk pun dapat mengakibatkan bekas luka karena terinfeksi dan teriritasi. Untuk mendapatkan kulit cantik memang perlu dirawat dan dijaga oleh karena itu Rafa Clinic siap melayani kamu untuk mendapatkan perawatan kulit terbaik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s