Bekas luka? NEVER!

woman-with-scar-on-cheek_oa859s

Luka , besar atau kecil pastinya tetap akan meninggalkan bekas. Hal ini dikarenakan proses alami penyembuhan luka yaitu kolagen dalam lapisan kulit menjadi terbuka dan naik ke permukaan untuk “menutup” luka. Tidak ada perawatan alami untuk mencegah bekas luka, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi proses terjadinya bekas luka selama proses penyembuhan luka, yaitu:

Mengobati Luka

1. Bersihkan Luka.

Langkah awal proses penyembuhan luka secara alami yaitu membersihkannya. Pastikan tidak ada bahan yang menyebabkan infeksi pada luka.

  • Cuci area yang luka dengan sabun dan air hangat.Gunakan kain kering dan bersih, tekankan pada area yang luka untuk menghentikan pendarahan.
  • Hindari menggunakan hydrogen peroxide untuk membersihkan luka. Karena tubuh sedang memulai memproduksi sel kulit baru untuk segera menggantikan sel kulit yang rusak (luka) dan peroksida dapat menghancurkan sel-sel baru tersebut dan meningkatkan kemungkinan bekas luka mulai terbentuk pada tahap awal penanganan.
2. Tentukan apakah luka membutuhkan perawatan medis.

Sebagai contoh luka yang membutuhkan perawatan medis yaitu luka yang terus berdarah, melibatkan tulang patah, luka pada wajah, luka akibat gigitan hewan, kulit robek atau bergerigi.

  • Tergantung pada tingkat keparahan cedera, jahitan mungkin saja diperlukan. Sebenarnya, jahitan dapat membantu mengurangi risiko jaringan parut.
  • Jika kamu mengalami luka di wajah, mungkin perlu melakukan tindakan yang tepat seperti chemical peeling, laser, dermaroller atau jika terlalu parah yaitu melakukan operasi plastik. Untuk masalah ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter estetika.
3. Aplikasikan petroleum jelly

Petroleum jelly menjaga luka tetap lembab, mempercepat penyembuhan dan mencegah  pembentukan bekas luka. Petroleum jelly tidak mengganggu penyembuhan alami dari luka, bahkan dapat mempercepat prosesnya.

  • Jika bekas luka telah terbentuk, gunakan petroleum jelly untuk memperkecil ukuran bekas luka sebagai jaringan menyembuhkan.
  • Tubuh dapat sembuh dengan sendirinya, yaitu kolagen dibawa ke permukaan kulit untuk menyambungkan kembali jaringan kulit yang rusak.
4. Gunakan lembar hidrogel atau perban gel silicon.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa lembaran hidrogel atau gel silicon dapat mengurangi jaringan parut. Cara ini dapat memberikan kelembaban pada jaringan yang terluka selama proses penyembuhan dan membantu dalam mengurangi pembentukan bekas luka

  • Lembaran hidrogel dan gel silicon bekerja dengan pertukaran cairan alami antara jaringan sehat dan cedera. Menggunakannya tetap menjaga jaringan kulit tetap lembab, sehingga membantu dalam pencegahan bekas luka.
  • Ikuti tata cara penggunaanya yang biasa terdapat di kemasan.
  • Konsultasi dengan dokter atau apoteker untuk rekomendasi lembar hidrogel atau perban gel silicon yang tepat.
  • Menggunakannya secara bertahap dan berlanjut beberapa minggu dapat mengurangi pembentukan dan ukuran bekas luka.
5. Menyamarkan Luka

Gunakan perban yang sesuai dengan ukuran luka, untuk memberikan perlindungan pada luka sehingga area yang terluka tertutup. Paparan udara tidak mengganggu penyembuhan tetapi juga tidak membantu mencegah jaringan parut.

  • Paparan udara menyebabkan luka cepat kering dan mengarah pada pembentukan bekas luka.
  • Jika memiliki kulit yang sensitif terhadap perban dengan perekat sebagai gantinya bisa menggunakan perban non-perekat dan menggunakan plester medis agar perban menempel.
6. Ganti balutan setiap hari.

Bersihkan area luka sekaligus memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi, menggunakan kembali petroleum jelly untuk menjaga kulit tetap lembab lalu tutup kembali menggunakan perban yang baru.

7. Mengamati infeksi.

Konsultasi secepat mungkin jika melihat ada tanda-tanda infeksi.  Dokter biasanya akan menyarankan penggunaan produk antibiotik topikal atau oral.

Tanda-tanda infeksi pada luka yaitu kemerahan atau bengkak pada area yang terluka, hangat ketika disentuh, garis-garis merah yang menonjol dari kulit di sekitar luka, nanah atau cairan terakumulasi di bawah kulit, di dekat luka, atau mengalir dari luka, luka menjadi berbau, berdenyut atau nyeri yang tidak biasa dan tubuh mengigil serta demam.

Mencegah pembentukan Luka

1. Pijat lembut area yang mengalami luka.

Cara ini dapat membantu untuk memecahkan pembentukan kolagen yang menyebabkan jaringan parut. Pijat setiap hari dengan gerakan memutar 15 hingga 30 detik. Gunakan lotion yang di rekomendasikan untuk mencegah bekas luka.

Penekanan yang lembut dan teratur dapat membantu mencegah atau meminimalisir bekas luka.

Perban dapat membantu penekanan pada luka. Selain itu ada lembaran hydrogel dan gel silicone. Konsultasikan dengan dokter tentang cara aman untuk menerapkan penekanan yang tepat. Untuk luka yang lebih luas atau menonjol, biasanya melakukan penekanan saat siang hari selama 4-6 bulan.

3. Menggunakan plester elastis.

Setelah area yang luka sembuh dan tidak ada resiko yang menyebabkan luka menjadi terbuka kembali, gunakan plester elastis dalam pola tertentu meningkatkan sirkulasi tepat di bawah area yang cedera dan mencegah perkembangan bekas luka. Tunggu 2-4 minggu setelah cedera awal untuk memastikan luka sembuh dengan baik.

4. Minimalisir gerakan.

Ketegangan dan gerakan akan menyebabkan bekas luka menjadi melebar, untuk itu cobalah untuk menghindari aktifitas yang dapat menarik kulit di sekitar area luka. Lakukan gerakan lembut jika luka terdapat di lutut atau siku. Jika ingin ingin mendapatkan kembali kebebasan dalam bergerak maka perlu hati-hati jangan sampai membuka kembali luka.

Meningkatkan proses penyembuhan

1. Lindungi luka dari paparan sinar matahari.

Paparan sinar UV dari matahari dapat memperlambat proses penyembuhan dan memicu pigment pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kulit baru menjadi rentan terhadap perubahan warna merah atau coklat, membuat bekas luka lebih jelas jika salah satu berkembang. Gunakan produk dengan cakupan spektrum yang luas dan SPF minimal 30.

2. Konsumsi makanan untuk membantu penyembuhan.

Melakukan pola makan yang sehat dapat memberikan nutrisi penting dan membantu penyebuhan jaringan kulit yang rusak. Kandungan makanan untuk membantu penyembuhan yaitu vitamin C, protein dan zinc.

  • Vitamin C dapat cepat di serap tubuh, makanan yang kaya akan Vitamin C yaitu jeruk, brokoli, kentang, tomat, strawberries, anggur dan lainnya.
  • Untuk asupan zinc bisa mengkonsumsi daging, hati dan seafood (contoh:kepiting). Zinc juga terdapat dalam biji bunga mataharim almond, susu dan telur.
  • Protein merupakan kunci dalam memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan kulit yang rusak. Sumber protein yang baik seperti telur, susu dan keju, ikan, ayam dan daging merah.
3. Tingkatkan asupan curcumin.

Curcumin merupakan rempah-rempah yang merupakan turunan dari jahe, senyawa utama yang ditemukan dalam kunyit.

Penelitian yang dilakukan pada hewan menemukan hasil korelasi positif dalam mengendalikan respon inflamasi yang menyebabkan peningkatan penyembuhan luka.

4. Menggunakan lidah buaya.

Penelitian ilmiah terbatas. Produsen terus mengklaim manfaat  lidah buaya untuk penyembuhan luka dan obat tradisional Cina dan budaya lain terus menggunakan lidah buaya baik topikal atau oral.

Produksi gel dari lidah buaya untuk penggunaan topikal biasanya dikombinasikan dengan Vitamin A,B,C dan E serta enzim, asam amino, gula dan mineral.

Ladies, untuk mencegah bekas luka perlu melakukan perawatan dari luar dan dalam. Namun jika sudah terlanjur memiliki bekas jerawat sebaiknya cepat atasi sebelum kondisinya semakin parah. Rafa Clinic menyediakan perawatan medis dari produk hingga treatment untuk menangani masalah bekas jerawatmu:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s