Mengatasi Dehidrasi dan Kulit Kering Ketika Puasa

Tidak makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam, rasanya wajar kalau tubuh Anda mendadak lemas di tengah jalan. Begitu masuk pukul tiga sore, badan rasanya kehilangan daya. Perlu dipahami bahwa keluhan itu sebenarnya terjadi karena pola berpuasa kita yang salah. Saran dr. Aryandhito Widhi Nugroho dari SOS International berikut ini akan membantu Anda lebih produktif dan ceria di bulan puasa.

DEHIDRASI

sick-woman-at-home-horiz
Dalam keadaan normal, volume cairan yang hilang dari tubuh setiap hari  antara 1.000-4.500 ml. Entah itu melalui keringat, BAB, buang air kecil, dan insensible water loss (kehilangan cairan yang tidak terasa, misalnya sewaktu tidur). Karena sedang menjalankan puasa, Anda harus menunggu untuk bisa menggantikan cairan yang hilang sampai saatnya berbuka.

Bagi beberapa orang, hal ini membuat mereka rentan terhadap serangan dehidrasi. Ditandai dengan munculnya rasa letih-lesu, tidak nyaman, konsentrasi berkurang, sakit kepala, haus, mual, bahkan jatuh pingsan!

Sebagai upaya pencegahan, Anda harus menyetarakan volume cairan yang masuk dan yang keluar dari tubuh. Caranya, dengan membagi asupan kebutuhan di antara waktu berbuka dan sahur.

Meski begitu, minum sewajarnya saja, karena minum terlalu banyak justru bisa menyebabkan distensi (penggelembungan) lambung yang menimbulkan rasa mual dan muntah. Apalagi di saat puasa, lambung lebih sensitif.

Kurangi aktivitas outdoor yang membuat Anda rentan kehilangan banyak cairan. Bagi Anda yang pekerjaannya banyak di luar ruangan, lindungi kepala dari paparan sinar matahari. Mengenakan pakaian berwarna cerah dan ringan bisa membantu ‘menolak’ sinar matahari dan menghindari keringat berlebih. Biasakan untuk berganti pakaian dan menyeka keringat agar tidak menumpuk di permukaan kulit. Keringat yang menutup pori dapat mengganggu transfer panas tubuh serta memunculkan berbagai gangguan, seperti kulit kering atau bibir pecah-pecah.

KULIT KERING

Age_proof_skin_476x290
Kekeringan pada kulit rentan terjadi di  bulan puasa, lagi-lagi sebagai akibat dari dehidrasi. Tanda-tanda kulit kering adalah terbentuknya garis kerut halus, terutama di tulang pipi, sekitar mata, dan dahi. Rasanya gatal, kaku, dan kemerahan di kulit. Bila berlangsung terlalu lama, akan terjadi kematian sel sehingga kulit mengelupas dan menjadi kusam. Bila dehidrasi terjadi pada saat puasa, maka kerusakan kulit akan lebih parah, karena cairan yang hilang tidak segera tergantikan.

Di bulan puasa, masalah ini bisa dihindari dengan menjauhkan diri dari paparan suhu panas atau dingin yang terlalu ekstrem, memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka, mandi dengan sabun ber-pH seimbang yang cocok dengan kulit Anda, dan rajin menggunakan pelembap. Terakhir, hindari kopi dan rokok, karena ketiganya akan mengikat cairan dalam tubuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s