5 Fakta dan Mitos Seputar Bulu Wanita

shave4

Ada wanita yang memiliki kulit mulus dengan sedikit atau tanpa bulu, dan ada juga punya bulu cukup banyak yang tak hanya tumbuh di bagian tangan dan kaki, namun juga di wajah. Banyak informasi seputar bulu wanita yang menjadi mitos dan fakta sehingga sedikit banyak bisa memengaruhi keputusan Anda. Amankah melakukan waxing? Aman tidak ya melakukan hair laser removal?

Nah, berikut ini ada 5 mitos dan fakta seputar bulu wanita yang penting untuk Anda ketahui!

Melakukan Waxing Dapat Memperlambat Pertumbuhan Kembali Bulu Halus Ketimbang Dicukur

Fakta: Memang benar, jika di-waxing bulu tercabut hingga ke bagian folikelnya, maka rambut akan membutuhkan waktu untuk membentuk folikel baru sehingga butuh waktu yang lebih lama sampai tumbuh bulu baru ketimbang dicukur.

Bila Bagian Kumis Dicukur, Akan Tumbuh Bulu Kumis yang Lebih Halus

Fakta: Bulu yang dicukur tidak akan bertambah lebat. Pada umumnya memang struktur rambut lebih tipis dan lembut pada ujungnya, dan makin tebal mendekati ke akar rambut. Sehingga, ketika bulu itu dicukur, tekstur yang tersisa adalah bagian yang dekat dengan akar sehingga terasa lebih tebal.

Wanita yang Memiliki Banyak Bulu Memiliki Dorongan Seksual yang Besar

Fakta: Bulu yang tumbuh di wajah dipengaruhi oleh beberapa macam faktor seperti genetik dan ketidakseimbangan hormon. Sedangkan dorongan seksual tak hanya muncul dari hormon belaka, sehingga tidak ada pengaruh antara wanita yang memiliki banyak bulu wajah dengan dorongan seksual yang besar.

Menghilangkan Bulu dengan Lasser Adalah Metode Paling Aman Tanpa Risiko

Fakta: Metode laser bisa dikatakan cukup aman digunakan, namun bukan berarti tanpa risiko. Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti kulit kemerahan kemerahan dan timbul bengkak yang biasanya akan memudar setelah beberapa jam. Lasser bekerja dengan cara menargetkan pigmen warna (seperti bulu). Lasser paling efektif digunakan pada orang yang berkulit putih dengan warna bulu hitam. Namun, bagi yang berkulit gelap, ada kemungkinan laser akan terserap ke kulit dan mengakibatkan warna kulit asli yang dilaser lebih terang dari area kulit lainnya.

Waxing Dapat Membuat Pori-Pori Menjadi Besar dan Merusak Jaringan Kulit

Fakta: Risiko metode waxing memang ada, tetapi tidak se-ekstrem sampai jaringan kulit rusak karena pori-pori cukup elastis untuk mengecil kembali setelah bulu tercabut  Bagi yang kulitnya sensitif, waxing yang menggunakan bahan panas dapat merusak lapisan stratum corneum kulit (lapisan kulit paling luar) sehingga dapat teriritasi. Itu saja. Lapisan kulit ini akan kembali pulih dalam jangka waktu 1 – 3 hari.

Article powered by: Beauty Journal Sociolla

Sumber: Vemale.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s