Testimonial

Berawal dari sebuah situs internet aku mengenal sosok dokter Trifena.
Awal mulanya dulu aku ga tau harus gimana nyembuhin jerawat di mukaku,banyak tetangga ngasih saran kesana kemari, tapi ga tau kenapa aku ngerasa pingin nyari sendiri aja.
Akhirnya aku browsing di internet. Aku juga ga mau kondisi jerawatrku semakin parah, karena itu membuatku semakin ga percaya diri, tiap hari cuma merenung, pergi ataupun keluar rumah juga harus pake masker, karena saking malunya.
Setiap hari browsing, nyari-nyari klinik yang bagus di wilayah Bandung.
Dengan berbagai perjuangan dan pertimbangan, aku memilih klinik Rafa yang menurut orang-orang yang sudah berobat kesana hasilnya bagus.
Ternyata bener apa yang aku baca komentar-komentar di internet itu .
Dan itu menjadi kesan pertama saat aku datang kesana. Dokternya cantik banget, baik, murah senyum, tinggi, kaya model deh pokoknya.
Tapi tetep aja, rasa takut aku pasti selalu ada setiap pergi ke dokter. Entah deh kenapa.
Kesan pertama udah di sambut sama senyum ramah dari dokter Trifena.
Dokter perlahan menyapa dan menanyakan keluhan yang aku rasain sama jerawatku yang sudah hampir 6 tahun, sekarang umurku 19 tahun.Pas udah di tanya-tanya terus diperiksa ternyata ga sampe disitu ngobrolnya. Dokter mencoba mengulik tentang jerawatku yang berawal dari make-up. Seperti pada halnya dokter lain pasti memberikan beberapa makanan yang harus di jauhi dulu. Terus juga makanan yang harus banyak di konsumsi seperti buah-buahan dan yang terpenting kata dokter adalah mencuci muka setelah beraktivitas.
Setelah cerita aku disuruh buat Facial O2 yang kata dokter tujuannya buat ngeringin jerawatku.
Waktu udah selesai Facial aku di tunjukin beberapa produk dari dokter yang harus di pake. Ada sabun muka, toner, krim pagi-malem, sunblok, krim khusus jerawat, sama obat yang di minum.Tenaga medis di klinik Rafa cukup ahli loh, cara treatmentnya ga kasar tapi perlahan sehingga pasiennya juga relax.
Dan yang paling aku seneng perawatan di klinik Rafa, obat-obatnya ga bikin muka kasar atau ngelupas. Tapi kulit tetep halus dan lembut.
Minggu-minggu selanjutnya aku melakukan perawatan di klinik pusat yang di Kopo. Udah banyak perubahan sih yang aku alami, dan aku udah bisa lebih pede sekarang. Motivasi dan dorongan merupakan faktor utama dalam kesembuhanku.
Jangan pernah mau dikendalikan sama penyakit, tapi justru sebaliknya kita lah yang harus mengendalikan penyakit kita untuk bisa pergi dari tubuh kita.Dokter Trifena bukan hanya sekedar dokter, beliau juga menjadi motivator buat pasien yang datang berobat.Karena menurutnya pengobatan yang lebih efektif adalah ketika semangat dalam diri kita terpacu untuk sembuh.
Percuma kalau hanya sekedar berobat tetapi dirinya sendiri ga mengenal akan arti pentingnya motivasi dalam diri yang cukup berpengaruh terhadap pengobatan itu sendiri.Kata-kata yang masih aku inget dari dokter Trifena adalah, β€œ Kecantikan dalam diri lebih baik, karena kecantikan yang seutuhnya adalah dari dalam β€œ. Atau yang lebih dikenal sebagai Innerbeauty.
Dokter Trifena tidak hanya menyembuhkan penyakit, namun beliau juga membangun diri kita, mengajarkan beberapa sikap serta sifat yang harus kita miliki dari seorang perempuan.Seperti cara beretika dalam merawat diri,berhias yang baik, miliki inerbeauty yang dapat memancarkan kepribadian kita. Namun ini masih dalam konteks pengobatan demi kelancaran proses pengobatan yang dilakukan olehnya.Thanks buat dokter Trifena yang udah mau bantu aku sembuh dari penyakitku.

(Uci, 19thn, pelajar, Bandung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s