SCAR (Luka Jaringan Parut)

Image

Tidak dipungkiri, kulit yang mulus adalah dambaan siapa saja, tidak hanya wanita namun juga pria. Sekalipun terjadi luka, diharapkan luka itu dapat sembuh dengan baik tanpa meninggalkan bekas yang akan mengganggu penampilan secara estetis. Pembentukan skar (jaringan parut bekas luka) adalah respon alami tubuh terhadap kerusakan yang terjadi di kulit. Skar dapat terjadi ketika kerusakan kulit terjadi lebih dalam dari lapisan terluar kulit (epidermis).
Proses penyembuhan luka terdiri dari empat fase yang sangat terintegrasi dan overlap: hemostasis, inflamasi, proliferasi dan renovasi/resolusi jaringan. Fase-fase dan fungsi biofisikal kulit harus terjadi dalam urutan yang tepat, agar dapat mencapai hasil yang optimal. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka yang mengganggu satu atau lebih fase dalam proses ini, sehingga menyebabkan perbaikan jaringan yang tidak sempurna (terbentuk jaringan parut/skar)

Beberapa faktor dapat menyebabkan gangguan penyembuhan luka. Secara umum, faktor yang mempengaruhi perbaikan dapat dikategorikan lokal dan sistemik. Faktor lokal adalah secara langsung mempengaruhi karakteristik dari luka itu sendiri, sedangkan faktor sistemik adalah kesehatan secara keseluruhan atau keadaan penyakit individu yang mempengaruhinya atau kemampuannya untuk menyembuhkan. Faktor-faktor ini saling terkait satu sama lain (faktor sistemik bertindak melalui efek lokal yang mempengaruhi penyembuhan luka, demikian sebaliknya).
-Proses Oksigenasi
Oksigen sangat penting untuk metabolisme sel, dan sangat penting untuk hampir semua proses penyembuhan luka.
-Proses Infeksi
Keadaan tingkat infeksi dan replikasi dari mikro-organisme menentukan derajat keparahan luka.

Faktor Sistemik yang Mempengaruhi Penyembuhan antara lain usia, peranan hormon (Studi menunjukkan estrogen dapat meningkatkan penurunan terkait usia dalam penyembuhan baik pada pria dan wanita, sedangkan androgen secara negatif mengatur penyembuhan luka di kulit), kondisi Stress (Studi pada manusia dan hewan telah menunjukkan bahwa stres psikologis menyebabkan penundaan besar dalam penyembuhan luka), keadaan tertentu seperti
menderita diabetes, sedang mengkonsumsi obat golongan steroid, antiinflamasi, sedang menjalani kemoterapi, obesitas,mengkonsumsi allkohol dan merokok (Nikotin mengganggu suplai oksigen dengan menginduksi iskemia jaringan, karena nikotin dapat menyebabkan penurunan efek jaringan aliran darah, juga meningkatkan viskositas (kekentalan) darah , serta faktor nutrisi (Karbohidrat, Protein, Asam Amino, Vitamin, Mikronutrien, dan Unsur Mikro (Vitamin C , A , dan E menunjukkan efek anti-oksidan dan anti-inflamasi kuat).

Hasil penyembuhan luka tergantung beberapa faktor dibawah ini: 
3T (Type, time , therapy)
3 hal ini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan, jika salah satu tidak dipenuhi maka hasil tidak akan bisa maksimal

Tipe kulit dan tipe skar menentukan keberhasilan penyembuhan
Tiap individu, tiap luka , tiap lokasi memiliki proses penyembuhan yang berbeda.ketika skar terjadi di area tertentu seperti siku, lutut, itu memiliki kecenderungan meninggalkan skar, karena kecenderungan bergesekan. Kulit pada orang usia muda kemungkinan besar memiliki skar yang lebih samar dan memiliki kemungkinan penyembuhan yang lebih baik. Skar lebih terlihat pada kulit yang lebih kencang seperti dagu, dan dahi. Ketika usia bertambah skar di lokasi tersebut akan terlihat menghilang seiring timbulnya kerut.
Jenis skar
Terdapat 3 tipe skar: atrofik(meninggalkan bekas cekungan pada kulit), hipertrofik- (meninggalkan bekas menonjol pada kulit) dan keloidal-(bekas menonjol dan tumbuh terus menerus melebihi ukuran awal luka disertai warna kemerahan dan tanda lain seperti gatal atau sakit jika disentuh).

Time (Waktu)
Skar membutuhkan waktu 12-18bulan untuk menjadi matur (selesai proses) beberapa skar secara alami akan menghilang (tidak berbekas) namun yang lain akan meninggalkan bekas seumur hidup. Pada tahap awal skar berwarna merah gelap dan tampak menonjol.
Warna tersebut timbul karena peningkatan pembuluh darah yang merupakan reaksi alami tubuh untuk memberi asupan oksigen yang bermanfaat untuk proses penyembuhan. Setelah pulih, skar akan terlihat berwarna lebih terang (putih) dan lebih datar.
Terapi
Terdapat beberapa sediaan yang mengandung bahan seperti vitamin C, E, growth factor, dan bahan alami seperti lidah buaya (Aloe vera) dan pegagan (Centella asiatica). Sediaan ini bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan meminimalisir timbulnya jaringan parut (skar) pada beberapa kasus yang lebih berat seperti luka bakar, diperlukan tindakan bedah atau dermabrasi (metode yang dapat menghilangkan lapisan terluar kulit (epidermis) atau peeling. Pilihan lain adalah Laser resurfacing , proses yang menggunakan sinar khusus untuk ‘menghapus’ ketidaksempurnaan kulit. Untuk kasus keloid digunakan injeksi steroid untuk mengurangi efek negatif dari skarnya.
Saat ini berkembang metode yang lebih maju untuk perbaikan kulit, seperti collagen induction therapy menggunakan micro needle , penggunaan stem cell atau kulit sintentik yang terus menerus dikembangkan para peneliti.

Advertisements

2 thoughts on “SCAR (Luka Jaringan Parut)

    • Di Rafa Clinic menyediakan perawatan utk keluhan tersebut, dgn perawatan rutin keluhan “singkayo” bisa diatasi, didukung dgn terapi produknya untuk sehari-hari..thx 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s