Tanya Jawab @Tabloid Nova #1184/XXIII / 1-7 November 2010 page.19

Halo dr. Trifena,

Saya wanita bekerja umur 25 th. Pekerjaan saya adalah marketing, sehingga dituntut untuk tampil prima. Saya selalu menggunakan make up, termasuk memakai blush on agar wajah kelihatan segar. Masalahnya, di daerah pipi yang sering dibubuhkan blush on, terdapat bintik-bintik noda hitam. Apakah itu akibat zat pewarna blush on? Terima kasih.

Liza, Jakarta

Dear Ibu Liza,

Setiap perempuan pastinya ingin tampil cantik dan terlihat segar. Ada banyak cara yang dilakukan, salah satunya memakai blush on.

Blush on dapat seketika memberi efek segar, cerah dan memiliki efek korektif, misalnya memberi kesan tirus atau tulang pipi terlihat menonjol. Namun, sayangnya, blush on dan kosmetik dekoratif lainnya berpotensi mengundang efek samping, seperti noda hitam dan jerawat. Mengapa ini bisa terjadi? Hal ini dimungkinkan karena zat yang terkandung dari blush on itu, antara lain zat warna dan parfum. Mungkin ibu Liza masih ingat, tahun lalu berdasarkan hasil pengawasan, sampling dan pengujian laboratorium sejak September 2008 hingga Mei 2009, Badan POM telah memerintahkan untuk menarik dari peredaran produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya/bahan dilarang yaitu Merkuri, Hidrokinon (harus dengan resep dokter), Asam Retinoat (harus dengan resep dokter), Zat Warna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan jingga K.1 (CI 12075).

Bahan pewarna merah K.3 (CI 15585), merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) merupakan zat warna sintetis yang umunya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil, atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Ada beberapa produsen nakal yang memproduksi blush on dengan zat warna ini. Hal ini berbahaya karena jelas-jelas memakai zat warna yang berbahaya. Tapi kalaupun tidak, pada umumnya zat warna dan parfum bersifat fotosensitizer, yaitu apabila kosmetik tersebut kita misalnya dan kemudian terpapar sinar matahari langsung, sinar matahari akan ‘lebih suka’ ke area tersebut, terkonsentrasi di area pipi sehingga timbullah akibat dari paparan sinar matahari berlebihan, seperti penuaan dini, dan kelainan pigmentasi, misalnya noda hitam yang ibu Liza sebutkan. Hal yang sama terjadi pada jenis kosmetik yang lain, misalnya lipstik.

Jadi gimana dong? Saran saya, bila ibu Liza ingin menggunakan blush on, pastikan blush on yang ibu gunakan tidak mengandung zat berbahaya. Sedapat mungkin tidak mengandung parfum, dan sebelum penggunaan kosmetik, jangan lupakan tabir surya! Setelah itu usahakan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Clear, Bu? Salam sehat dan cantik!

 

Advertisements

2 thoughts on “Tanya Jawab @Tabloid Nova #1184/XXIII / 1-7 November 2010 page.19

    • Sunblock disarankan penggunaaannya di saat kita beraktivitas di luar ruangan. Umumnya setelah penggunaan sunblock, bisa disapukan bedak tabur maupun padat, untuk produk make up decorative seperti blush on, eye shadow, bisa saja, hanya sebisa mungkin di minimalisir penggunaannya ya, bukan berdampak pada sunblock nya, hanya untuk sehari-hari biasakan kulit tidak ditimpa make up yang terlalu berat. 🙂
      Untuk pemilihan sunblock usahakan yang benar-benar tepat (bisa dikonsultasikan dengan dokter di klinik kesehatan dan kecantikan), karena kalau salah, bisa jadi malah mengiritasi kulit. Ok, thx 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s